Sabtu, 17 Mei 2014

Kasus DBD/DHF (Gizi D-III)


Ny. Nally umur 29 tahun, masuk rumah sakit pada tanggal 3 April 2014, TB 150 cm, BB 48 kg, status menikah, di diagnose susp DHF, Anemia, Dispepsia.
Pasien bekerja sebagai PNS, pendidikan S1. Suami pasien juga sebagai PNS dan pendidikannya SMA. Keduanya bersuku dayak.
Keluhan : Nyeri kepala, mual (+), muntah (+).
Hasil Pemeriksaan Biokimia : Hb 8,8 g/dl, Eritrosit 3,29 jt/UL, Leukosit 29.100/mm3, Trombosit 26.000/mm3. Pemeriksaan lg (G) dan lg (M) positif demam dengue.
Pemeriksaan kimia Urin : Kejernihan : kuning jernih.
Data Klinis Pasien : TD 120/80 mmHg, nadi : 84x/menit, suhu 380C, pernafasan : 24x/menit. Secara fisik pasien tampak lemah dan anya berbaring di tempat tidur, terkadang bisa berjalan sendiri ke kamar mandi.
Terapi : Infus RL guyur 500 ml 40 TPM, lanjut 20 TPM, Inj ranitidine 1x1 amp, inj. Cenfriaxone, obat oral : istenol 3x10 mg (k/p).
Riwayar Makan Dahulu : Pasien biasa makan tidak teratur, kadang tidak makan pagi kerena tidak sempat, makan siang selalu di uar, dan tidak suka mengkonsumsi sayur-sayuran.
Hasil Recall 24 Jam Saat awal masuk RS di dapatkan energy 1100 kkal, protein 30 gram, lemak 42 gram, karbohidrat 159 gram.
Buat : NCP untuk kasus tersebut lengkap dengan intervensinya !
NUTRITION CARE PROCESS (NCP)
A.  IDENTITAS PASIEN/KLIEN
Nama                                  : Ny. Nally.
Usia                                    : 29 tahun.
Jenis Kelamin                      : Perempuan.
Pekerjaan                            : PNS.
Keluhan                              : Nyeri kepala, mual (+), muntah (+).
    Diagnosa                             : susp DHF, Anemia, Dispepsia.
A.  SKRINING GIZI
Resiko Ringan

Resiko Sedang

Resiko Tinggi

Berat badan turun 2,5-5 kg dalam 6 bulan terakhir

Berat badan turun 5-7,5 kg dalam 6 bulan terakhir

Berat badan turun > 7,5 kg dalam 6 bulan terakhir

RBW = 80 – 120 %
RBW = 70 – 80 % atau 120 – 130 %

RBW = < 70 % atau > 130 %

IMT = 20 – 25 kg/m2
IMT = 17 – 18 atau 30 - 35 kg/m2

IMT = < 17 kg/m2 atau > 35 kg/m2

Mual/muntah ringan, diare

Mual/muntah berkepanjangan, diare
Malabsorbsi

Nafsu makan turun

Tidak ada nafsu makan

Mendapat makanan perantara dan /MLP

Gangguan mengunyah atau menelan

Decubitus ringan dan atau terbuka lainnya

Decubitus berat atau luka terbuka yang tak kunjung sembuh

Hipertensi

Gagal Ginjal

Menderita penyakit pancreas berat

Atherosklerosis, peningkatan profil lemak darah

Stadium awal penyakit kanker dan / kemoterapi

Kanker stadium lanjut dengan kekeksia

Menjalani operasi ringan

Menjalani operasi berat

Menjalani operasi saluran cerna

Anemia

Diabetis tidak terkontrol

Malnutrisi

Ulkus

Gangguan saluran cerna, pendarahan saluran cerna

Pasien di ICU luka bakar

Istirahat di tempat tidur
Menderita penyakit jantung kongetiv

Mengalami sepsi

Dehidrasi ringan

Stroke

Trauma multiple

Albumin 3,2 – 3,4 mg/dl

Albumin 2,8 – 3,1 mg/dl

Albumin < 2,8 mg/dl

Total limphosit 1200 – 1500 sel/m3

Total limphosit 900 – 1200 sel/m3

Total limphosit < 900 sel/m3

Depresi ringan

Depresi sedang

Depresi berat

Deman ringan

Lainnya

Lainnya

 RESIKO PASIEN      : Beresiko sedang.
AHLI GIZI     :Chintya Wulandarie
A.  NUTRITION ASSESMENT
Atropometri
BB = 48 kg, TB = 150 cm, BBI = 45 kg, IMT = 21,33 kg/m2 (Normal), RBW = 96% (Normal)
Biokimia
Hb 8,8 g/dl (rendah), Eritrosit 3,29 jt/UL (rendah), Leukosit 29.100/mm3(tinggi), Trombosit  26.000/mm3 (rendah).
Pemeriksaan lg (G) dan lg (M) positif demam dengue.
Pemeriksaan kimia urin : kejernihan : kuning jernih (normal)
Kadar Normal Hb 12 – 16 g/dl
Kadar Normal Eritrosit 4,2 jt – 5,4 jt?UL
Kadar Normal Leukosit 4000 – 10.000/mm3
Kadar normal Trombosit 150.000 – 400.000/mm3
Clinis/klinis
TD 120/80 mmHg (normal), nadi : 84x/menit (normal), Suhu 38oC (suhu tubuh tinggi), pernafasan : 24x/menit (normal).
Secara fisik pasien tampak lemah dan hanya berbaring di tempat tidur, terkadang bisa berjalan sendiri ke kamar mandi.
Dietary History/ Riwayat Makan
Pasien biasa makan tidak teratur, kadang tidak makan pagi kerena tidak sempat, makan siang selalu di uar, dan tidak suka mengkonsumsi sayur-sayuran. Hasil Recall 24 Jam Saat awal masuk RS di dapatkan energy 1100 kkal, protein 30 gram, lemak 42 gram, karbohidrat 159 gram.
Audit Gizi : Energi =  1100/1365,1 x 100 %= 80,25 % (Baik)
Protein =  30/60 x 100 % = 31,25% (Buruk)
Lemak = 42/22,75 x 100% = 184,61% (Lebih)
KH       =  159/194,11 x 100% = 81,91% (Baik)

Pengobatan yang di berikan : Infus RL guyur 500 ml 40 TPM, lanjut 20 TPM, Inj ranitidine 1x1 amp, inj. Cenfriaxone, obat oral : istenol 3x10 mg (k/p).

A.  NUTRITION DIAGNOSA
Domain Intake
·         (NI-51.2) Kelebihan intake lemak yang di sebabkan kurangnya dalam pemilihan makanan yang sehat. Hal ini di buktikan dengan kebiasaan pasien yang selalu makan di luar.
·         (NI-52.1) Kekurangan intake protein yang di sebabkan oleh pemilihan makanan yang tidak tepat. Hal ini di buktikan dengan kebiasaan makan pasien yang tidak teratur.
·         (NI-53.5) Kekurangan intake serat yang di sebabkan kebiasaan makan pasien tidak teratur. Hal ini di tandai dengan pasien tidak suka mengkonsumsi sayur-sayuran.
Domain Klinis
·         (NC-1.4) Penurunan mortilitas lambung  yang di sebabkan adanya perubahan struktur anatomi GIT. Hal ini di tandai dengan Ny. Nally yang di diagnosa Dispepsia.
Domain Behavioral (perilaku)
·         (NB-1.2) Kepercayaan yang salah/sikap tentang pangan dan gizi yang di sebabkan oleh kebiasaan makan atau pola makan yang salah. Hal ini di buktikan dengan kebiasaan makan Ny. Nally tidak teratur, selalu makan di luar serta tidak suka mengkonsumsi sayur-sayuran.
Skala prioritas      : Domain Behavioral (perilaku)
B.  INTERVENSI GIZI
1.      Tujuan Diet
a. Jangka Pendek      : Memberikan makanan dan cairan secukupnya untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta mencegah komplikasi pendarahan.
b. Jangka Panjang   : Mengatur pola makan dan asupan gizi Ny. Nally supaya seimbang.
2. Jenis Diet                        : Tinggi Energi Tinggi Protein (TKTP) Rendah serat.
3. Perhitungan Energi         :
BBI = (TB -100) – 10% (TB – 100)
      = (150 – 100) – 10% ( 150 -100)
                  = 45 kg
           IMT =  48 kg/1,5 m2 = 21,33 kg/m2 (Normal)
           RBW =  48 kg/150-100 x 100% = 96% (Normal)
BMR                           =0,9 kkal x 48 kg x 24 jam                 = 1036,8  kkal
Koreksi Tidur              = 10 % x 8 jam x 48 kg                       =     38,4 kkal     -
                                                                                                  998,4 kkal
Koreksi Suhu              = 13 % x 998,4 kkal                            =    129,79 kkal  +
                                                                                                1128,19 kkal
Aktivitas                     = 10 % x 1128,19 kkal                        =    112,81 kkal  +
                                                                                                             1241 kkal
SDA                            = 10 % x 1241 kkal                            =        124,1 kkal  +
                                                                        Kebutuhan Energi    =    1365,1  kkal
                                                                                                            ( ± 5% = 1296,84 – 1433,35)
Kebutuhan protein  = 2 gram x BBA = 2 gram x 48 kg = 96 gram
=  96 gram x 4 / 1365,1 x 100 = 28,12 %  (± 5% = 91,2 – 100,8)
Kebutuhan Lemak    =  15% x 1365,1/9 = 22,75 gram (± 5% = 21,61 – 23,88)
Kebutuhan KH          = 100 % - 15 % - 28,12 % = 56,88 %
                                     =  56,88% x 1365,1/4 = 194,11 gram (± 5% = 184,4 – 203,81)
Kebutuhan Cairan    = 35 x 48
                                 = 1680 cc atau 1,68 liter
Kebutuhan Zat Gizi Lainnya
Vitamin A                   = 48/45 x 100 = 530 RE
Vitamin D                   =  48/45 x 5= 5,3 ug
Vitamin C                    = 48/45 x 75 = 79,5 mg
Vitamin B12                = 48/45 x 2,4= 2,544 ug
Natrium                       = 48/45 x 150 = 159 ug
Kalsium                       = 48/45 x 800 = 840 mg
Fe (besi)                       = 48/45 x 26 = 27,56 mg
4.  Prinsip Diet                     : Energi dan protein cukup, rendah lemak, karbohidrat secukunya, rendah serat, cairan yang di berikan cukup serta vitamin dan mineral cukup.
5. Syarat Diet                       : - Energi di berikan 1365,1 kkal sesuai dengan kemampuan pasien untuk menerimanya.
                                             - Protein di berikan 96 gram untuk memberi rasa kenyang dan asupan energi untuk menunjang aktifitas
                                             - Lemak yang di berikan rendah, yaitu 22,75 gram, guna menambah rasa gurih pada makanan.
                                             - Karbohidrat di berikan secukupnya yaitu sebesar 194,11 gram untuk spare protein, energy siap di pakaia, mengganti simpanan glikogen dan mencegah ketosis.
                                             - Rendah serat terutama serat tidak larut air. Pemberian serat di tingkatkan secara bertahap.
                                             - Cukup cairan dan vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan factor pembekuan.
                                             - Tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam, baik secara termis, mekanis maupun kimia, serta tidak merangsang.
6. Bentuk Makanan             : Lunak.
7. Frekuensi                         : Makanan dalam Porsi kecil tapi sering, yaitu 3 kali makan utama 3 kali selingan.
8. Rute                                 : Oral
9. Edukasi Gizi                    :
·         Topik                   : Gizi seimbang untuk pasien DBD/DHF.
·         Sasaran                : Ny. Nally dan suaminya.
·         Waktu                  : ± 30 menit
·         Metode                : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab
·         Peraga                  : Leaflet dan Foodmodel
·         Materi                  : - Gizi seimbang untuk pasien DBD/DHF
- Jenis bahan Makanan yang di anjurkan untuk pasien DBD/DHF.
- Jenis bahan makanan yang di hindari utuk pasien DBD/DHF.
- Teknik pemasakan yang baik untuk pasien DBD/DHF.
- Pentingnya  pola makan yang teratur untuk pasien DBD/DHF.
F. NUTRITION MONITORING AND EVALUATION
1. Memonitor pola makan Ny. Nally  apakah sudah  teratur atau tidak.
2. Memonitor jenis makanan yang diberikan apakah sesuai dengan anjuran yang diberikan atau tidak.
3. Memonitor pemberian asupan energi dan cairan, apakah sesuai dengan anjuran menu yang di berikan.
4. Memonitor kebiasaan Ny. Nally yang tidak suka  mengonsumsi sayur-sayuran.
Anjuran Menu
Waktu
Nama Masakan
Bahan
Berat (g)
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)
Vit C (mg)
Fe (mg)
   Pagi 
    Nasi tim        
     Beras
40
144,4
2,7
0,2
31,8
-
0,2
    Tahu kukus bumbu kuning
     tahu
60
45,6
4,9
2,9
1,1
-
3,2
   Poached egg
    Telur ayam
50
77,6
6,3
5,3
0,6
-
0,6
   Sup sayur
     Wortel
25
6,5
0,2
0,1
1,2
1,8
0,5
    Kentang
25
23,2
0,5
-
5,4
3,3
0,1
    Daun bawang
25
5,3
0,3
0,2
1,3
1,8
0,1
     buncis
25
8,7
0,5
0,1
2,0
2,5
0,1
Total
311,2
15,4
8,7
43,3
9,3
5,2
    Snack
     Bubur Mutiara 
     Sagu mutiara
20
76,2
0,1
-
18,3
-
0,1
    Santan cair
60 ml
63,7
0,6
6,1
2,8
0,6
0,4
Total
139,9
0,7
6,1
21,0
0,6
0,5
    Siang
    Nasi tim
     Beras
50
180,4
3,3
0,3
39,8
-
0,3
   Tempe bacem
     Tempe
60
119,5
11,4
4,6
10,2
-
1,4
    Kecap
10
6,0
1,0
-
0,6
-
0,2
   Pepes ikan
    Bandeng
60
50,3
8,9
1,4
-
0,6
0,2
    Sup jagung
    Wortel
25
6,5
0,2
0,1
1,2
1,8
0,5
     Kac. panjang
25
8,7
0,5
0,1
2,0
2,5
0,3
    Jagung manis
25
27,0
0,8
0,3
6,3
1,5
0,2
     Buah
    pepaya
50
19,5
0,3
0,1
4,9
31,0
0,1
Total
417,9
26,4
6,9
65
37,4
3,2
    Snack
    Jus Jambu biji
    Jambu biji
100
50,9
0,8
0,6
11,9
184,0
0,3
Total
50,9
0,8
0,6
11,9
184,0
0,3
    Malam
     Nasi tim
    Beras
50
180,4
3,3
0,3
39,8
-
0,3
   Ikan kukus
    Ikan kakap
50
41,9
9,1
0,3
-
0,5
0,2
    Sup wortel
    Wortel
25
6,5
0,2
0,1
1,2
1,8
0,5
    Daun bawang
25
5,3
0,3
0,2
1,3
1,8
0,2
    buncis
25
8,7
0,5
0,1
2,0
2,5
0,3
Total
242,8
13,5
0,9
44,2
6,5
1,5
   Snack
    Buah pisang
    Pisang
79
72,7
0,8
0,4
18,5
7,1
0,2
Total
1235,4
57,6
23,6
203,8
244,8
10,9


Semoga dapat bermanfaat *^_^*

2 komentar: