Rabu, 30 Juli 2014

KASUS SALURAN CERNA BAGIAN ATAS

KASUS 2
Seorang pasien wanita bernama Ny. Tr berumur 35 tahun , TB 158 cm dan BB 45 kg bekerja sebagai karyawan swasta yang mengharuskan Ny. Tr sering bepergian keluar kota. Ny. Tr sering makan tidak teratur, minum kopi untuk mengurangi stress. Ny. Trakhir-akhir ini mengeluh sakit ulu hati kurang lebih 1 jam setelah makan, cepat lelah, pucat, dan sering sakit kepala. Tiba-tiba BAB berwarna hitam sehingga di rawat di RS untuk pengobatan. Pada saat pemeriksaan di dapat ulcer pada gaster pasien dan didiagnosa ulkus peptikum. Pasien saat ini sedang dirawat di ruang interna wanita. Selain istirahat, obat yang diberikan adalah sedatif, ferrous sulfate dan diet mula-mula cair bening dan secara bertahap ditingkatkan ke saring.
 Kebiasaan makan pasien :
Makan pagi : kopi manis ( 250 ml), roti bakar selai (2 iris)
Makan siang : Nasi (100 g), opor ayam (100 g), kerupuk udang ( 1 buah), teh manis,(250 ml) Selingan : Biscuit (2 buah), soft drink( 1 klg)
Makan malam : Nasi goreng(100 g), telur mata sapi ( 1 buah), pisang ( 1 buah) Selingan : Kopi manis (250 ml)
 Pemeriksaan Fisik :
 - Kesadaran : compos mentis
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
 - Suhu : 37oC
Hasil laboratorium:
- Albumin : 3,4 mg/dl
 - Hb : 10 gdl
Kaji kasus dengan NCP !
Hasil Recall


Waktu
Nama Makanan
Bahan
Berat (g)
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)
Makan Pagi
Kopi manis
Kopi
10
12,9
0,6
-
2,6
Gula
13
50,3
-
-
13,0
Roti bakar selai
Roti manis
40
114,0
3,2
1,1
22,7
Strawberry jam
5
13,4
-
-
3,3
Makan siang
Nasi
Nasi putih
100
130,0
2,4
0,2
28,6
Opor ayam
Ayam
80
227,9
21,5
15,1
-
Santan
10
10,6
0,1
1,0
0,5
Gula
10
38,7
-
-
10,0
Kerupuk udang
Kerupuk udang
3
16,5
0,2
0,9
2,0
Teh manis
Teh
10
1,3
-
-
0,3
Gula
13
50,3
-
-
13,0
Selingan
Biscuit
Biscuit
10
49,9
0,6
2,6
6,0
Soft drink with fruit extracts

250 (ml)
104,0
-
-
25,0
Makan malam
Nasi goreng
Nasi goreng
100
250,0
3,5
17,2
20,1
Telur mata sapi
Telur
50
77,6
6,3
5,3
0,6
Minyak
5
43,1
-
5,0
-
Buah
Pisang ambon
75
69,0
0,8
0,4
17,5
Selingan
Kopi manis
Kopi
10
12,9
0,6
-
2,6
Gula
13
50,3
-
-
13,0
TOTAL
1322,6
39,9
48,7
180,6



NUTRITION CARE PROCESS (NCP)
A.  IDENTITAS PASIEN/KLIEN
Nama                           : Ny. Tr
Usia                             : 35 tahun
Jenis Kelamin              : Perempuan
Pekerjaan                     : Karyawan swasta
Keluhan                       : Akhir-akhir ini pasien mengeluh sakit ulu hati kurang lebih 1 jam setelah makan, cepat lelah, pucat dan sering sakit kepala. Tiba-tiba BAB bberwarna hitam sehingga pasien di harus kan di rawat di RS untuk pengobatan.
Diagnosa                       : Ulkus peptikum


B.  SKRINING GIZI
Resiko Ringan

Resiko Sedang

Resiko Tinggi

Berat badan turun 2,5-5 kg dalam 6 bulan terakhir

Berat badan turun 5-7,5 kg dalam 6 bulan terakhir

Berat badan turun > 7,5 kg dalam 6 bulan terakhir

RBW = 80 – 120 %

RBW = 70 – 80 % atau 120 – 130 %
RBW = < 70 % atau > 130 %

IMT = 20 – 25 kg/m2

IMT = 17 – 18 atau 30 - 35 kg/m2
IMT = < 17 kg/m2 atau > 35 kg/m2

Mual/muntah ringan, diare

Mual/muntah berkepanjangan, diare

Malabsorbsi

Nafsu makan turun

Tidak ada nafsu makan

Mendapat makanan perantara dan /MLP

Gangguan mengunyah atau menelan

Decubitus ringan dan atau terbuka lainnya

Decubitus berat atau luka terbuka yang tak kunjung sembuh

Hipertensi

Gagal Ginjal

Menderita penyakit pancreas berat

Atherosklerosis, peningkatan profil lemak darah

Stadium awal penyakit kanker dan / kemoterapi

Kanker stadium lanjut dengan kekeksia

Menjalani operasi ringan

Menjalani operasi berat

Menjalani operasi saluran cerna

Anemia

Diabetis tidak terkontrol

Malnutrisi

Ulkus
Gangguan saluran cerna, pendarahan saluran cerna
Pasien di ICU luka bakar

Istirahat di tempat tidur

Menderita penyakit jantung kongetiv

Mengalami sepsi

Dehidrasi ringan

Stroke

Trauma multiple

Albumin 3,2 – 3,4 mg/dl
Albumin 2,8 – 3,1 mg/dl

Albumin < 2,8 mg/dl

Total limphosit 1200 – 1500 sel/m3

Total limphosit 900 – 1200 sel/m3

Total limphosit < 900 sel/m3

Depresi ringan
Depresi sedang

Depresi berat

Deman ringan

Lainnya

Lainnya

 
RESIKO PASIEN      : Beresiko Sedang.

AHLI GIZI                : Chintya Wulandarie
 
C.  NUTRITION ASSESMENT
Antropometri
BBA = 45 kg, TB = 158 cm, BBI = 52,2 kg, IMT = 18,02 kg/m2 (Normal), RBW = 77,58 % (kurus)
Biokimia
Albumin 3,4 mg/dl (Normal), HB 10 g/dl (Rendah)
Clinis/klinis
Tekanan Darah 120/80 mmHg (Normal), Suhu 370C (Normal), Kesadaran compos mentis
Dietary History/ Riwayat Makan
Ny. Tr sering bepergian ke luar kota, sehingga Ny. Tr sering makan tidak teratur, minum kopi untuk mengurangi stresnya. Kebiasaan makan pasien :
Makan pagi     : kopi manis ( 250 ml), roti bakar selai (2 iris)
Makan siang      : Nasi (100 g), opor ayam (100 g), kerupuk udang ( 1 buah), teh manis,(250 ml)
Selingan            : Biscuit (2 buah), soft drink ( 1 klg)
Makan malam    : Nasi goring (100 g), telur mata sapi (1 buah), pisang (1 buah)
Selingan          : Kopi manis (250 ml)
Audit Gizi : Energi =   110,38 % (Baik)
Protein =   66,61 % (Kurang)
Lemak =    243,98 %(Lebih)
KH       =   92,76 % (Baik)
Aktivitas Fisik
Pasien saat ini sedang dirawat di ruangan interna wanita
 
Pengobatan yang diberikan : Sendatif, Ferrous sulfate dan diet mula-mula cair bening dan secara bertahap ditingkatkan ke saring.

D.  NUTRITION DIAGNOSA
Domain Intake

·         (NI-5.3) Kekurangan intake protein yang  di sebabkan kesulitan memperoleh makanan. Hal ini di buktikan dengan hasil recall Ny. Tr dan pola makan yang tidak teratur.
·         (NI-51.2) Kelebihan intake lemak yang disebabkan kurang dalam pemilihan makanan yang sehat. Hal ini dibuktikan dengan Ny. Tr yang sering bepergian ke luar kota, sehingga Ny. Tr sering makan tidak teratur.
Domain Klinis
·         (NC-2.1) Gangguan kemampuan penggunaan zat gizi ( perubahan kemampuan mengabsorbsi) yang disebabkan perubahan struktur anatomi GIT. Hal ini dibuktikan pada saat pemeriksaan di dapat ulcer pada gaster Ny. Tr  dan didiagnosa ulkus peptikum.

Domain Perilaku
·         (NB-1.4) Kurangnya kemampuan memonitor diri sendiri yang disebabkan sulitnya mengatur waktu/control diri. Hal ini di buktikan dengan pola makan Ny. Tr yang tidak teratur.
Skala Prioritas                    : Domain Klinis
 

E.  INTERVENSI GIZI


 

1.      Tujuan Diet
a.       Jangka Pendek                        : Memberikan makanan dan cairan secukupnya yang tidak
 memberatkan lambung dan mencegah atau menetralkan sekresi
 asam lambung yang berlebihan serta mengatasi infeksi bakteri
 pylori yang menyebabkan ulkus peptikum.
b. Jangka Panjang            : Mengatur gaya hidup dan pola makan serta asupan gizi Ny. Tr
  secara bertahap supaya mencegah komplikasi saluran cerna
  bagian atas lebih lanjut.
2. Jenis Diet                        : Diet Lambung I
3. Perhitungan Zat Gizi      :
BBI                 = (158-100) – 10 % (158-100)
                               = 52,2 kg
IMT                 =  (Normal)
RBW               =  (Kurus)
BMR                           = 0,9 kkal x 45 kg x 24 jam                = 972 kkal
Koreksi tidur               = 10 % x 45 kg x 8 jam                       =   36 kkal   -
                                                                                                       = 936 kkal
Koreksi Umur             = 3 % x 936 kkal                                 = 28,08 kkal  -
                                                                                                       = 907,92 kkal
Pe (+) Aktivitas           = 20 % x 907,92 kkal                          = 181,58 kkal +
                                                                                                       = 1089,2 kkal
SDA                            = 10 % x 1089,2 kkal                          = 108,92 kkal +
                                                                   Kebutuhan Energi       = 1198,12 kkal
                                                                                           (± 5 % = 1138,21 ~ 1258,02)
       Protein             59,90 gram (± 5 % = 56,90 ~ 62,89)
Lemak             =   19,96 gram (± 5 % = 18,96 ~ 20,95)
KH                  194,64 gram(± 5 % = 184,9 ~ 204,42)
4. Prinsip Diet        : - Energi dan protein cukup

                                 - Lemak rendah
                                 - Rendah serat
                                 - Cairan cukup
                                 -PKTS
                                 - Cukup vitamin dan mineral
5. Syarat Diet         : - Energi diberikan cukup sebesar 1198,12 kkal sesuai kemampuan pasien
                                        
untuk menerimanya sebagai sumber energi dan menunjang aktifitas
     sehari-hari.
                                 - Protein diberikan cukup sebesar 59,90 gram untuk memenuhi
    kebutuhan dan memelihara jaringan tubuh
  - Lemak diberikan rendah sebesar 19,96 gram guna sebagai menyediakan    
   alat transpor vitamin larut lemak dan membantu menetralisir asam
   lambung.
    -Karbohidrat cukup diberikan sebesar 194,69 gram sebagai sumber energi 
     untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
  - Cairan cukup untuk mencegah dehidrasi terutama apabila ada muntah-
     Muntah
 - Rendah serat, terutama serat tidak larut air yang ditingkatkan secara
    bertahap.
 - Tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam, baik secara
    termis, mekanis, maupun kimia (disesuaikan dengan daya terima
    perorangan).
 -Tidak dianjurkan sering minum susu karena dapat meningkatkan produksi
   asam lambung akibat efek penahanan sementara di lambung..
 - Hindari bahan makanan bersumber karbohidrat seperti beras ketan, beras
  tumbuk, roti whole wheat, jagung, ubi dan berbagai kue yang terlalu manis  
   dan berlemak tinggi.
 - Hindari bahan makanan bersumber dari protein hewani dan nabati seperti
  daging, ikan, ayam diawetkan, digoreng, tahu/tempe digoreng, kacang
  merah, kacang tanah dan kacang telo.
 - Hindari sayuran berserat tinggi dan menimbulkan gas, dan buah-buahan
   yang tinggi serat serta lemak hewani, minuman bersoda, dan alkohol.
 - Porsi kecil tapi sering
 - Laktosa rendah bila ada gejala intoleransi laktosa, umumnya tidak
   dianjurkan minum susu terlalu banyak.
 - Makan secara perlahan.
 - Mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak seperti minyak   
   dan santan.
6. Bentuk Makanan: Bentuk makanan saring
7. Frekuensi            : Pola makan yang di berikan 3x makanan utama 2x selingan
8. Rute                    : melalui Oral/mulut

9. Edukasi Gizi yang di berikan :
·      Topik                  :  Asupan Gizi Seimbang untuk Penderita ulkus peptikum
·      Sasaran               :  Ny. Tr dan keluarganya
·      Alat Peraga        :  Leaflet dan Food Model
·      Waktu                : + 30 menit
·      Metode              : Ceramah, diskusi dan tanya jawab
·      Materi                : - Prinsip gizi seimbang pada Penderita ulkus peptikum
  - Bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk
    penyakit ulkus peptikum
F. NUTRITION MONITORING AND EVALUATION
1. Memonitor pola makan Ny. Tr apakah sesuai dengan diet yang dianjurkan
2. Memonitor pembatasan bahan makanan yang di asup Ny. Tr untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
3. Memonitor pemberian makanan snack di waktu tidur untuk Ny. Tr karna dapat merangsang pembentukan asam di malam hari.
4. Memonitor kegiatan yang dilakukan Ny. Tr agar Ny. Tr dapat beristirahat yang cukup.
5. Memonitor frekuensi pemberian makan Ny. Tr setiap 3 jam selama 1-2 hari sesuai anjuran yang diberikan.
 
Anjuran Menu

Waktu
Nama masakan
Bahan
Berat (gram)
Energi (kkal)
Protein (gram)
Lemak (gram)
KH (gram)
Pagi
Nasi Tim
Beras
25
90,2
1,7
0,2
19,9
Poached Egg
Telur ayam
50
77,6
6,3
5,3
0,6
Tumis sayuran
Wortel
25
6,5
0,2
0,1
1,2
Buncis
25
8,7
0,5
0,1
2,0
Margarine
2
12,7
-
1,4
-
Tempe Panggang
Tempe
50
99,5
9,5
3,8
8,5
Margarine
3
19,1
-
2,2
-
Buah
Pepaya
50
19,5
0,3
0,1
4,9
Sub Total
333,8
18,5
13,1
37,0
Snack
Bubur sumsum
Tepung beras
40
144,4
2,7
0,2
31,8
Santan
10
7,1
0,1
0,7
0,3
Sub Total
151,5
2,8
0,9
32,1
Siang
Nasi Tim
beras
25
90,2
1,7
0,2
19,9
Ikan bumbu kuning
Ikan mujair
50
41,9
9,1
0,3
-

Kunyit
2
6,5
0,3
0,3
1,2
Bola-bola tahu saos tomat
Tahu
50
38,0
4,1
2,4
0,9
Margarine
2
12,7
-
1,4
-
Tomat
10
1,7
0,1
-
0,3
Sayur bayam
Bayam
25
9,3
0,9
0,1
1,8
Labu
25
9,7
0,2
0,2
2,2
Kacang panjang
20
7,0
0,4
0,1
1,6
Buah
Jeruk
50
23,5
0,4
0,1
5,9
Sub Total
240,7
17,2
4,9
33,8
Snack
Kue talam
Tepung beras
11,25
40,6
0,8
0,1
8,9
Tepung kanji
3,75
14,3
-
-
3,4
Santan
10
7,1
0,1
0,7
0,3
Gula pasir
15
58,0
-
-
15,0
Sari jeruk
Jeruk manis
50
23,5
0,4
0,1
5,9
Sub Total
143,6
1,3
0,8
33,6
Malam
Nasi Tim
beras
25
90,2
1,7
0,2
19,9
Ikan pepes
Ikan mas
50
65,0
9,1
2,9
-
Tahu kukus saos tomat
Tahu
50
38,0
4,1
2,4
0,9
Tomat
10
1,7
0,1
-
0,3
Tumis sayur
Jagung muda
2
11,8
0,4
0,1
2,8
Wortel
20
5,2
0,2
-
1,0
Buncis
20
7,0
0,4
0,1
1,6
Margarin
2
12,7
-
1,4
-
Buah
Pisang
75
69,0
0,8
0,4
17,5
Sub Total
300,7
27,3
7,5
43,9
TOTAL
1170,3
67
27,2
180,4